Minggu, 08 Januari 2012

Budidaya Maggot dengan Berbagai Media


HASIL DAN PEMBAHASAN

1.    Hasil
No.
Perlakuan
Biomassa (gram)
Keterangan
1
Palm Kernel Meal (PKM)
110
-
2
Palm Kernel Meal (PKM)
89,1
-
3
Ampas Kelapa
61,6
-
4
Ampas Kelapa
2,5
-
5
Dedak
51,4
-
6
Dedak
121,6
-

2.    Pembahasan
Maggot merupakan organisme yang berasal dari telur black soldier yang mengalami metamorfosis pada fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang kemudian berubah menjadi lalat dewasa. Klasifikasi maggot menurut Anonim  (2010) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Diptera
Family : Stratiomyidae
Subfamily : Hermetiinae
Genus : Hermetia
Species : H. Illucens
Maggot mengalami beberapa tahapan selama siklus hidupnya, yang diawali dengan telur yang dihasilkan oleh black soldier, kemudian telur menetas menjadi larva, larva berkembang menjadi pupa, dan akhirnya pupa menjadi black soldier dewasa.
Pada kegiatan praktikum yang dilakukan ini media budidaya maggot menggunaka tiga jenis media yang berbeda yaitu ; Palm Kernel Meal (PKM), Ampas kelapa, dan Dedak. Bahan-bahan tersebut merupakan hasil sampingan yang relatif di dapatkan dengan harga murah dan dapat dugunakan untuk media budidaya maggot.
Pada kegiatan praktikum yang dilakukan hasil budidaya maggot yang menghasilkan biomassa terbesar yaitu pada media Palm Kernel Meal (PKM), dedak,  dan ampas kelapa. Biomassa yang dihasilkan pada media dedak rata-rata sebanyak 86,5 gram maggot. Dedak yang digunakan merupakan hasil sampingan dari pemecahan kulit padi/gabah, yang terdiri atas lapisan kutikula luar dan hancuran sekam.dedak yang paling baik digunakan dalam budidaya maggot adalah dedak yang halus karena penyerapan sari-sari yang dibutuhkan maggot lebih mudah, sehingga merangsang serangga Black soldier untuk bereproduksi. Karena dedak mengandung nutrient yang dibutuhkan oleh maggot seperti, protein kasar 12-14%, kadar lemak 7-19%, kadar abu 9-12%, serat kasar 8-13%, dan BETN 64-42%. Maggot akan mereduksi nutrient yang berada pada media budidaya sebesar 50-70% (Gary, 2009 dalam Dina et al, 2010).
Jumlah maggot pada PKM mendapatkan biomassa rata-rata 99,55 gram. Dikarenakan habitat asli pada serangga Black soldier adalah pada pohon sawit yang banyak mengandung nutrient. Pada tepung PKM (Palm Kernel Meal) merupakan bahan sampingan (by-product) yang dihasilkan sesudah ekstrak minyak kelapa sawit (Palm Kernel Oil). PKM memiliki kandungan protein yang tinggi sekitar 14-21%, dan kandungan lemak sekitar 8-17%. Sehingga pertumbuhan maggot lebih sesuai dengan habitatnya.
Jumlah biomassa maggot yang paling sedikit yaitu pada media budidaya ampas kelapa yang hanyak mendapatkan biomassa rata-rata 32,05 gram. Hal ini di karenakan media bungkil kelapa yang digunakan mengandung air yang tinggi hal ini menghambat perkembangbiakan maggot pada media tersebut. Bungkil kelapa pada umumnya mengandung protein kasar sekitar 20 % dan biasanya digunakan sebagai bahan pakan ternak unggas. Namun kandungan protein tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimum karena nilai kecernaannya yang rendah. Akan tetapi kandungan proteinnya dapat ditingkatkan melalui proses fermentasi ataupun penambahan nitrogen anorganik seperti urea dan ZA. Setelah difermentasi maka akan terjadi peningkatan kadar protein kasar, kalsium, fosfor, serta penurunan kandungan lemak dan serat kasar.
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya maggot. Hal yang mempengaruhi produksi maggot pada media yang disediakan yaitu kondisi lingkungan budidaya maggot dan kandungan nutrien bahan. Dilihat dari kondisi lingkungannya, magot menyukai kondisi lingkungan yang lembab. Begitu juga dengan kandungan nutrien pada media tumbuh maggot. Maggot banyak digunakan sebagai pakan pada ikan-ikan air tawar seperti ikan patin, ikan toman, dan ikan arwana. Maggot yang diberikan dapat berupa maggot segar maupun maggot yang telah dihancurkan. Maggot digunakan sebagai bahan baku pakan pengganti tepung ikan. Beberapa keuntungan maggot sebagai pakan ikan yaitu mudah dibudidayakan karena maggot mampu memanfaatkan bahan organik (limbah), dapat dibudidayakan secara massal, mengandung antimikroba, anti jamur, dan tidak membawa penyakit. Maggot mengandung protein yang tinggi yaitu 30-45 %, mengandung asam lemak essensial linoleat dan linolenat (KKP, 2010).

KESIMPULAN
          Dapat dilihat dari hasil praktikum yang telah dilakukan bahwa media yang layak atau cocok bagi pertumbuhan maggot adalah  Palm Kernel Meal (PKM) dan dedak. Habitat yang layak untuk pertumbuhanya yaitu yang mempunyai keadaan yang lembab.

DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Kelautan dan Perikanan. 2010. Produksi missal maggot untuk pakan ikan. http://www. KKP.go.id. [19 November 2011].
Silmina dina et al., 2010. Efektifitas Berbagai Media Budidaya Terhadap Pertumbuhan Maggot Hermetia illucens. Bogor. Institut Pertania Bogor.

2 komentar:

  1. infonya bgus,,,bsa d jadiin literatur klw dpt tgas ttg magot...

    makasi ya...

    BalasHapus
  2. kalau mau bli manfish d bgor mah d bu iis...daerah tanah baru pomad...deket sama AKA bogor

    BalasHapus